Blog

  • Kampung Berkualitas Melati Jaya, Sukamenanti Baru, dari Iuran Warga hingga Inovasi Minuman Sehat

    Kampung Berkualitas Melati Jaya, Sukamenanti Baru, dari Iuran Warga hingga Inovasi Minuman Sehat

    Kampung Keluarga Berkualitas Melati Jaya di Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, terus berbenah menjadi kampung yang mandiri dan peduli pada sesama. Kampung ini resmi dicanangkan pada 12 Desember 2023 oleh Camat Kedaton, Sapto Haryanto, S.IP, mewakili Pemerintah Kota Bandar Lampung.

    (Balamnetwork.com): Pencanangan ini merupakan hasil inisiatif warga yang digerakkan sejak 4 Desember 2023 oleh Haryanto, Ketua Penyuluh KB sekaligus Koordinator Penyuluh Kecamatan Kedaton.

    “Kampung Berkualitas Melati Jaya menjadi simbol kebersamaan warga. Semua dibangun dari hal kecil, dari iuran sepuluh ribu rupiah setiap rumah untuk membantu tetangga yang sakit,” kata Haryanto.

    Dari semangat gotong royong itu, warga mulai mengembangkan berbagai kegiatan produktif. Salah satunya adalah minuman sehat berbahan bunga telang dan daun kelor, yang diberi nama SIHELANG — singkatan dari Si Sehat dan Segar dari Telang.
Minuman ini dibuat dari campuran bunga telang, air bersih, gula pasir, serta rempah-rempah herbal.

    Meski masih dalam tahap pengembangan, warga berharap produk lokal ini bisa diterima pasar. “Kami butuh bimbingan dalam pengelolaan dan pemasaran agar SIHELANG bisa dikenal lebih luas,” ujar salah satu penggerak PKK setempat.

    Selain itu, Kampung Melati Jaya juga telah mengelola bank sampah sebagai upaya menjaga lingkungan. Namun, pengelolaan masih menghadapi kendala. Warga berharap ada pendampingan dari berbagai pihak agar program tersebut bisa berkembang lebih baik.

    Secara administratif, Kelurahan SukamenantiBaru memiliki luas wilayah sekitar 30 hektare, terdiri atas 2 RW dan 11 RT, dengan jumlah penduduk 3.338 jiwa dengan perincian 1.657 laki-laki dan 1.681 perempuan. (*)

  • Enam Kelurahan di Labuhan Ratu Terima Bantuan Beras dari Pemkot

    Enam Kelurahan di Labuhan Ratu Terima Bantuan Beras dari Pemkot

    Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan beras untuk enam kelurahan di Kecamatan Labuhan Ratu, Sabtu (1/5/2024). Bantuan ini diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan di tengah naiknya harga bahan pokok.

    (Balamnetwork.com): Enam kelurahan yang menerima bantuan adalah Kampung Baru, Kampung Baru Raya, Labuhan Ratu, Labuhan Ratu Raya, Kota Sepang, dan Sepang Jaya. Total beras yang disalurkan sebanyak 495 karung.
    Camat Labuhan Ratu, Septia Isparina, menjelaskan pembagian bantuan berlangsung serentak di wilayahnya.

    “Bantuan ini untuk meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Harga bahan pokok sedang tinggi sekali sekarang,” ujar Septia.
    Rinciannya, Kelurahan Kampung Baru menerima 50 karung, Kampung Baru Raya 50 karung, Labuhan Ratu 120 karung, Labuhan Ratu Raya 115 karung, Kota Sepang 50 karung, dan Sepang Jaya 110 karung.

    Pembagian beras dibuka secara simbolis oleh Camat Panjang Hendry Satria Jaya, mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang berhalangan hadir.
    Warga menyambut bantuan ini dengan penuh syukur. Nurbaidah, warga Kampung Baru RT 03 Lingkungan 2, mengatakan bantuan beras tersebut sangat membantu keluarganya.

    “Sekarang harga beras mahal sekali. Bantuan ini benar-benar berarti buat kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Semoga program ini bisa terus berlanjut,” ucap Nurbaidah. (*)

  • Kelurahan Kedamaian Wakili Bandar Lampung di Ajang Nasional

    Kelurahan Kedamaian Wakili Bandar Lampung di Ajang Nasional

    Prestasi kembali datang dari Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian.
Kelurahan ini terpilih mewakili Kota Bandar Lampung dalam ajang Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin, 27 Oktober 2025.

    (Balamnetwork.com): Kegiatan berlangsung secara virtual melalui Zoom dari Ruang Command Center Diskominfo Bandar Lampung, dan dibuka langsung oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo.

    Dalam sesi pemaparan, Lurah Kedamaian Neti Gusnina menampilkan beragam inovasi dan program unggulan. Mulai dari pelayanan publik berbasis digital, penguatan UMKM lokal, hingga kegiatan kesehatan dan kesenian wargayang tumbuh aktif di lingkungan kelurahan.

    Berkat kerja sama tim dan dukungan masyarakat, Kelurahan Kedamaian berhasil menembus lima besar nominasi Wilayah Regional I (Sumatra).
Capaian ini menandai langkah besar bagi kelurahan tersebut dalam membangun kawasan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

    Dukungan Pemerintah Kota
    Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah, bersama jajaran kepala OPD, camat, dan perangkat kelurahan.
Ia memberikan semangat dan apresiasi atas dedikasi tim Kedamaian dalam membawa nama kota ke tingkat nasional.

    “Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi kelurahan lain. Inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
    Suasana di ruang Command Center siang itu terasa hangat dan penuh semangat.
Dari layar Zoom, para peserta lomba di berbagai daerah saling berbagi cerita dan gagasan.
    Dan di antara mereka, nama Kedamaian kembali menggaung — membawa semangat warga Bandar Lampung untuk terus berinovasi demi kemajuan bersama.(*)

  • Pemkot Bandar Lampung Percantik Tugu Adipura di Kawasan Enggal

    Pemkot Bandar Lampung Percantik Tugu Adipura di Kawasan Enggal

    Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai melakukan rehabilitasi Tugu Adipura di kawasan Enggal dengan anggaran sebesar Rp197,95 juta.
    Langkah ini menjadi upaya Pemkot mempercantik ikon kota yang selama ini menjadi simbol penghargaan atas kebersihan dan ketertiban Kota Tapis Berseri.

    Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau langsung proses perbaikan tersebut, Senin (12/8/2024). Ia mengatakan, bentuk Tugu Adipura tidak akan diubah, namun tampilannya akan diperindah agar tampak lebih segar dan modern.

    “Tugu Adipura akan kita percantik lagi, bentuknya tidak bisa kita ubah,” ujar Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva. Menurutnya, beberapa bagian tugu akan diganti, terutama keramik dan cat pada bagian atas. “Nanti keramiknya diganti warna-warni, lalu bagian atas dicat ulang supaya lebih hidup,” jelasnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung Muhaimin menjelaskan, rehabilitasi ini merupakan bagian dari kegiatan pembangunan dan pelestarian bangunan strategis daerah. “Kurang lebih kita anggarkan Rp200 juta untuk rehabilitasi Tugu Adipura ini,” katanya.

    Sebagai landmark yang berada di jantung kota, Tugu Adipura bukan sekadar monumen penghargaan, tetapi juga penanda kebanggaan dan identitas warga Bandar Lampung. Upaya memperindahnya menjadi simbol komitmen pemerintah kota menjaga estetika ruang publik dan wajah kota yang terus berkembang.(*)

  • Wali Kota Eva Dwiana Minta Warga Waspada Usai Kasus Asusila di Masjid Bumi Waras

    Wali Kota Eva Dwiana Minta Warga Waspada Usai Kasus Asusila di Masjid Bumi Waras

    Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menanggapi kasus asusila yang terjadi di salah satu masjid di Kecamatan Bumi Waras. Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan tempat ibadah.

    “Soal pencabulan itu sudah kita cek. Memang mohon maaf, kebetulan korbannya anak dari keluarga kurang mampu. Pelakunya orang sekitar situ. Katanya sih ODGJ, tapi bunda akan cek dulu, benar tidak dia ini gila,” ujar Eva Dwiana, Rabu (5/11).

    Eva menegaskan agar pengurus masjid dan musala memperketat pengawasan di area ibadah. Ia juga menginstruksikan aparat pemerintah kota untuk meningkatkan patroli di wilayah masyarakat.

    “Aparat harus menindaklanjuti kasus seperti ini. Harapan bunda, harus ada efek jera, karena ini sudah keterlaluan—orang yang sedang beribadah saja diganggu,” tegasnya.

    Ia turut mengimbau masyarakat agar ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar, terutama di kawasan rumah ibadah. “Minta tolong juga seluruh warga Kota Bandar Lampung, pengurus musala tolong diawasi. Biasanya marbot itu berada di belakang musala, tolong diperhatikan,” ujarnya.

    Menurut Eva, situasi keamanan di Kota Bandar Lampung sejauh ini masih tergolong aman karena rutin dipantau oleh aparat. “Sebenarnya kota kita aman, banyak lingkungan yang dijaga. Bhabinkamtibmas juga tiap hari kontrol. Ke depan, bunda akan bicarakan soal ini lebih lanjut,” katanya.

    Ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. “Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi di Bandar Lampung. Masyarakat tidak boleh lengah,” tutupnya.

    Sebelumnya, seorang pria berinisial Thoriq (23) diduga melakukan tindakan asusila terhadap wanita yang sedang salat di salah satu masjid di Kecamatan Bumi Waras. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui sering menonton film porno melalui ponsel miliknya.

    Kasus ini mengguncang ketenangan warga sekitar. Di tengah rutinitas ibadah, kejadian itu menjadi pengingat penting bahwa tempat suci pun memerlukan penjagaan dan kepedulian bersama—agar ruang ibadah tetap menjadi tempat yang aman, tenteram, dan terhormat.(*)

  • Porcam Telukbetung Barat Resmi Dibuka, Ajang Semangat Warga di Lapangan

    Porcam Telukbetung Barat Resmi Dibuka, Ajang Semangat Warga di Lapangan

    Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Telukbetung Barat resmi dibuka pada Kamis (25/7/2024) di halaman SMP Negeri 40 Bandar Lampung. Pembukaan dilakukan oleh Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili Pelaksana Tugas Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Maidasari.

    Ajang olahraga tahunan ini diikuti lima kelurahan di Kecamatan Telukbetung Barat. Selama tiga hari, lapangan sekolah yang biasanya dipenuhi suara belajar siswa akan berganti suasana dengan teriakan semangat warga dan suara peluit pertandingan.

    Acara pembukaan berlangsung meriah. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Kehormatan KONI Kota Bandar Lampung Rusdi Syahid, para camat se-Kota Bandar Lampung, lurah se-Kecamatan Telukbetung Barat, serta masyarakat yang datang memberikan dukungan bagi tim kelurahan masing-masing.

    Dalam sambutannya, Maidasari mengatakan Porcam menjadi ajang penting untuk menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat. “Kegiatan ini kita harapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga dan melahirkan bibit atlet yang siap bersaing di tingkat kota, bahkan nasional,” ujarnya.

    Ia menjelaskan Porcam juga merupakan bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Kota (Porkot) Bandar Lampung. “Porcam ini menjadi babak kualifikasi cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porkot mendatang,” kata Maidasari.

    Lebih jauh, ia berpesan agar kegiatan ini dijadikan momentum memperkuat nilai sportivitas dan kebersamaan antarwarga. “Pekan Olahraga Kecamatan hendaknya kita jadikan momentum untuk membangun semangat meraih prestasi, menjalin persahabatan, dan memperkuat persaudaraan,” tambahnya.

    Sore itu, semangat tampak di wajah para peserta yang mulai bersiap untuk cabang pertama yang dipertandingkan. Sorak sorai warga menyatu dengan suara drum dan peluit wasit, menandai dimulainya Porcam Telukbetung Barat — bukan sekadar kompetisi, tapi pesta kebersamaan yang mempererat warga di setiap kelurahan.(*)

  • Telukbetung Timur, Pagar Karang yang Menyimpan Jejak Pesisir Tua Bandar Lampung

    Telukbetung Timur, Pagar Karang yang Menyimpan Jejak Pesisir Tua Bandar Lampung

    Kecamatan Telukbetung Timur menjadi salah satu wilayah unik di Kota Bandar Lampung. Kawasan ini memiliki bentang alam lengkap — dari perbukitan, dataran rendah, hingga garis pantai — dengan suhu rata-rata 28 derajat Celsius.

    Kecamatan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan. Kini Telukbetung Timur terbagi menjadi enam kelurahan: Kota Karang, Kota Karang Raya, Perwata, Keteguhan, Sukamaju, dan Way Tataan.

    Salah satu kawasan bersejarah di kecamatan ini adalah Kelurahan Kota Karang Raya, wilayah pesisir yang menyimpan kisah panjang sejak abad ke-18. Menurut catatan lokal, daerah ini pertama kali dibuka oleh Pangeran Tanun Dewangsa dan Pangeran Tanun Jaya bersama keluarganya. Mereka berasal dari Sekala Bekhak, keturunan Buay Nunyai — salah satu marga tertua di Lampung.

    Nama Kota Karang berasal dari istilah Lampung Kutakakhang, yang berarti Pagar Karang. Pada masa lampau, wilayah ini dipagari batu karang untuk melindungi permukiman pesisir dari serangan bajak laut yang kerap bersandar di Teluk Lampung. Dari situlah nama Kota Karang melekat hingga kini.

    Pada 17 September 2012, Kelurahan Kota Karang resmi dimekarkan menjadi dua wilayah: Kota Karang dan Kota Karang Raya, sesuai Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2012. Luas wilayah Kota Karang Raya tercatat hanya 0,22 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 5.933 jiwa, menjadikannya kelurahan terkecil di Telukbetung Timur.

    Wilayah pesisir ini memiliki pasar tradisional yang menjadi pusat ekonomi warga, meski kondisi lingkungannya masih memerlukan perhatian. Pengelolaan sanitasi yang kurang baik membuat kawasan sekitar pasar tampak kumuh, terutama saat hujan turun dan air bercampur dengan sisa sampah dagangan. Sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan, pemulung, dan pekerja lepas harian.

    Di sela sempitnya gang-gang pesisir, suara anak-anak bermain bercampur dengan aroma ikan asin yang dijemur di depan rumah. Meski sederhana, semangat hidup warga Kota Karang Raya tetap hangat — seperti ombak kecil Teluk Lampung yang terus berulang memecah karang tua di tepinya.(*)

  • Telukbetung Selatan, Potensi Wisata Kota Tua yang Menunggu Sentuhan Baru

    Telukbetung Selatan, Potensi Wisata Kota Tua yang Menunggu Sentuhan Baru

    Wilayah Telukbetung Selatan di Kota Bandar Lampung menyimpan potensi besar sebagai kawasan wisata kota tua. Kawasan ini telah menjadi bagian penting sejarah Lampung sejak 1838, jauh sebelum Bandar Lampung berdiri sebagai kota modern seperti sekarang.

    Menurut Jurnal Ilmiah Arsitektur, Kota dan Permukiman Losari, Telukbetung Selatan merupakan salah satu kawasan tertua di Lampung. Di wilayah ini masih berdiri bangunan bersejarah seperti Vihara Thay Hin Bio dan Masjid Jami’ Al Anwar — dua saksi perkembangan awal kota yang kini berusia lebih dari seabad.

    Meski dipenuhi bangunan tua, aktivitas perdagangan di Telukbetung Selatan tak pernah surut. Pasar Gudang Lelang yang ramai sejak subuh, deretan ruko tua di tepi jalan, hingga toko oleh-oleh khas Lampung Aneka Sari Rasa menjadi denyut ekonomi utama warga setempat. Di sela-selanya, kafe dan warung kopi mulai tumbuh, menyisip di antara bangunan lawas yang menunggu peremajaan.

    Lana (20), seorang mahasiswa di Bandar Lampung, mengaku kerap datang ke kawasan ini untuk berbelanja ikan atau sekadar duduk di kafe. Ia melihat potensi besar Telukbetung Selatan sebagai destinasi wisata kota tua yang belum tergarap.
    “Beberapa kali ke sana, suasananya beda dari wilayah Bandar Lampung lain. Bangunannya tua, tapi agak kotor. Kalau dibersihin dan dicat ulang, pasti bagus banget,” ujarnya, Jumat (17/2/2023).

    Lana menilai, perpaduan bangunan tua, pasar tradisional, dan tempat ibadah bersejarah bisa menjadi daya tarik wisata kota tua seperti di Semarang atau Jakarta. “Tinggal dirapihin aja. Trotoarnya dibagusin, bangunannya dipoles, biar orang betah jalan-jalan. Kalau banyak kafenya juga pasti rame, apalagi buat anak muda,” katanya.

    Potensi itu memang nyata terlihat. Di antara aroma laut dan hiruk pikuk pasar, Telukbetung Selatan masih memancarkan pesona lamanya. Yang dibutuhkan kini hanyalah sentuhan revitalisasi — agar kisah tua di pesisir selatan Bandar Lampung itu bisa hidup kembali, bukan sekadar jadi kenangan di dinding-dinding usang.(*)

  • Telukbetung Utara, Nadi Pemerintahan dan Ekonomi Kota Bandar Lampung

    Telukbetung Utara, Nadi Pemerintahan dan Ekonomi Kota Bandar Lampung

    Telukbetung Utara menjadi salah satu kecamatan paling sibuk di Kota Bandar Lampung. Wilayah yang berada di jantung kota ini dikenal sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan jalur ekonomi utama, setelah Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

    Jalan Robert Wolter Monginsidi, ruas protokol yang melintasi kawasan ini, menjadi denyut utama lalu lintas kota. Di sepanjang jalan itu berdiri gedung-gedung penting, mulai dari Kantor Gubernur Lampung, DPRD Provinsi, hingga sejumlah instansi pemerintahan. Kantor cabang utama PT Jasa Raharja, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, dan Pengadilan Tinggi Provinsi Lampung juga berada di jalur yang sama.

    Suasana kawasan ini hidup sejak pagi. Lalu lintas padat, deretan ruko dan pusat pertokoan mulai buka, aroma kopi dari kedai kecil bercampur dengan suara mesin fotokopi yang sibuk. Telukbetung Utara bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga denyut ekonomi warga kota.

    Selain itu, wilayah ini dilintasi Jalan Pangeran Emir M. Noer — jalur distribusi barang sekaligus akses utama menuju kawasan wisata di bagian barat Bandar Lampung dan pantai-pantai di Kabupaten Pesawaran. Keberadaan jalur ini menjadikan Telukbetung Utara sebagai titik transit penting antara Tanjungkarang dan Telukbetung.

    Di kawasan ini pula berdiri Kantor Wali Kota Bandar Lampung dan Masjid Al Furqon, masjid terbesar di kota. Di sekitarnya mulai tumbuh deretan hotel dan pertokoan modern di sepanjang Jalan Monginsidi dan Jalan Pangeran Diponegoro.

    Perkembangan Telukbetung Utara terlihat dari siang yang kian padat dan malam yang tetap ramai. Lampu toko-toko berpendar, menandakan roda ekonomi tak berhenti berputar di pusat kota yang menjadi jantung kehidupan Bandar Lampung.(*)

  • DLH Bandar Lampung Bersihkan Tumpukan Sampah di Sukarame

    DLH Bandar Lampung Bersihkan Tumpukan Sampah di Sukarame

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan tumpukan sampah di Jalan Endro Suratmin, Kecamatan Sukarame, pada Kamis (30/10).

    Tumpukan sampah di tepi jalan itu sebelumnya dikeluhkan warga dan pedagang sekitar. Bau menyengat dan pemandangan yang kotor membuat warga melapor ke DLH melalui kanal pengaduan. Tak lama setelah laporan masuk, truk pengangkut dan petugas lapangan langsung dikerahkan ke lokasi.

    “Kita sudah angkut dan tindak lanjuti. Kami juga mengimbau para pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan. Kumpulkan saja di satu titik, nanti petugas kami yang angkut,” kata Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, dihubungi Kamis siang.

    Menurutnya, keterlambatan pengangkutan sempat terjadi karena kendala bahan bakar minyak (BBM). Meski begitu, proses pembersihan tetap dilakukan bertahap agar seluruh area kembali bersih.
    “Memang ada keterlambatan karena kendala BBM, tapi petugas tetap mengangkut secara bertahap. Sampah di sana juga banyak yang bercampur daun dan ranting,” ujarnya.

    DLH juga terus mengimbau masyarakat dan pedagang menjaga kebersihan lingkungan. Yusnadi menegaskan, tanggung jawab menjaga kota tetap bersih tidak hanya di tangan petugas.
    “Penanganan sampah ini bukan hanya tanggung jawab DLH, tapi juga masyarakat, pengusaha, dan pedagang. Semua harus ikut menjaga agar lingkungan tetap bersih,” tegasnya.

    Ia menambahkan, kawasan Sukarame memang tidak memiliki tempat pembuangan sementara (TPS). Sebagai gantinya, DLH menugaskan satuan tugas keliling untuk melakukan pengangkutan sampah setiap hari.
    “Kita tidak siapkan TPS di situ, tapi ada satgas keliling yang beroperasi pagi, siang, dan sore,” pungkasnya.

    Di lokasi, sisa-sisa daun kering masih tampak berserakan di pinggir jalan. Namun sebagian besar tumpukan sudah terangkut. Beberapa pedagang terlihat kembali menata lapak mereka sambil menyapu area sekitar—menandakan upaya menjaga kebersihan mulai disadari bersama.(*)